Olahraga Pasca Stroke untuk Mendukung Rehabilitasi Stroke
Setelah mengalami stroke, tubuh membutuhkan waktu untuk kembali melatih berbagai kemampuan yang sebelumnya terganggu. Salah satu bagian penting dalam proses ini adalah aktivitas fisik.
Olahraga pasca stroke dapat membantu melatih gerakan tubuh, menjaga kekuatan, dan mendukung kemampuan seseorang untuk kembali bergerak dengan lebih baik. Aktivitas fisik juga dapat membantu menjaga aliran darah tetap berjalan dengan baik.
Lalu, apa saja jenis olahraga yang bisa dilakukan dalam proses pemulihan stroke?

Jenis Olahraga dalam Rehabilitasi Stroke
Dalam rehabilitasi stroke, latihan dapat mencakup beberapa gerakan sederhana yang membantu melatih kemampuan tubuh secara bertahap. Beberapa di antaranya berfokus pada gerak dan fleksibilitas, kekuatan dan kontrol gerak, keseimbangan dan koordinasi, hingga gerakan yang berkaitan dengan kemampuan melakukan berbagai aktivitas.
Latihan tersebut dapat menjadi bagian dari terapi stroke, terutama dalam membantu melatih kembali fungsi gerak yang mengalami gangguan setelah stroke.
Latihan Gerak dan Fleksibilitas

Setelah stroke, tubuh dapat mengalami kekakuan atau keterbatasan gerak. Karena itu, latihan fleksibilitas dapat membantu mempertahankan atau meningkatkan ruang gerak tubuh. Salah satu gerakan yang dapat dilakukan adalah sitting trunk rotation.
Caranya cukup sederhana. Duduk tegak di kursi, kemudian putar tubuh dan bahu secara perlahan ke satu sisi. Setelah itu, kembali ke posisi awal dan lakukan ke sisi lainnya. Gerakan ini membantu melatih kelenturan pada tubuh bagian atas.
Latihan Kekuatan Otot dan Kontrol Gerak

Stroke dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menggerakkan atau mengontrol anggota tubuh. Karena itu, latihan untuk menjaga kekuatan otot juga menjadi bagian penting dalam pemulihan.
Salah satu contoh gerakannya adalah mengangkat lengan ke depan atau ke samping. Dari posisi duduk, angkat lengan secara perlahan ke arah depan atau samping, kemudian turunkan kembali dengan terkontrol.
Gerakan sederhana lainnya adalah meremas kertas. Pegang selembar kertas, kemudian remas menggunakan tangan secara perlahan. Latihan seperti ini dapat membantu melatih gerakan sekaligus kekuatan tangan.
Latihan Keseimbangan dan Koordinasi

Kemampuan menjaga keseimbangan juga perlu dilatih setelah stroke. Salah satu gerakan yang dapat dilakukan adalah duduk dan berdiri dari kursi atau tempat tidur. Mulai dari posisi duduk, kemudian berdiri secara perlahan dan kembali duduk. Gerakan ini melatih tubuh saat berpindah posisi sekaligus membantu melatih koordinasi. Latihan ini juga dapat membantu tubuh terbiasa melakukan perpindahan posisi dengan lebih baik.
Latihan untuk Aktivitas Fungsional

Selain melatih kekuatan dan keseimbangan, latihan juga dapat diarahkan pada gerakan yang berhubungan dengan kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Contohnya adalah meraih dan menggenggam benda.
Letakkan sebuah benda di atas meja dalam jangkauan tangan. Kemudian, latih gerakan untuk meraih benda tersebut, menggenggamnya, dan membawanya mendekati tubuh. Gerakan sederhana ini melatih kemampuan tangan untuk menjangkau, menggenggam, dan mengontrol pergerakan benda.
Aktivitas Fisik dalam Pemulihan Stroke
Aktivitas fisik memiliki peran dalam menjaga tubuh tetap aktif selama proses pemulihan. Gerakan tubuh juga membantu mempertahankan kekuatan dan mendukung aliran darah. Namun, olahraga pasca stroke tidak harus berupa latihan yang berat. Gerakan sederhana seperti memutar tubuh, mengangkat lengan, meremas kertas, duduk dan berdiri, serta meraih benda dapat menjadi bagian dari latihan.
Untuk kondisi tertentu, termasuk terapi stroke ringan, jenis dan tingkat latihan tetap perlu mengikuti kemampuan orang yang menjalankannya. Yang penting, latihan dilakukan dengan gerakan yang tepat dan mendapatkan pendampingan yang sesuai.
Program IsTRI dari RAHO Club
RAHO Club bersama Indonesia Stroke Recovery Initiative (IsTRI) menghadirkan program yang mendukung proses recovery penyintas stroke secara terintegrasi.
Program IsTRI menggabungkan IGDS (Intelligent Gas Delivery System) dan layanan fisioterapi. Dalam materi RAHO Club, IGDS merupakan teknologi nano untuk menghasilkan gelembung gas aktif berukuran ultra-kecil, sementara fisioterapi membantu melatih kembali fungsi dan kekuatan motorik penyintas stroke.
Melalui program ini, teknologi dan latihan fisik menjadi bagian dari dukungan untuk proses recovery.
RAHO Club sendiri merupakan komunitas yang berfokus pada konsep reverse aging dan homeostasis, dengan menggabungkan teknologi, pengetahuan, dan kebiasaan sehat untuk mendukung kesehatan serta kualitas hidup.
Bagi penyintas stroke dan keluarga yang sedang menjalani proses pemulihan, mengenal berbagai jenis gerakan dapat membantu memahami apa saja yang dilatih dalam rehabilitasi stroke. Mulai dari fleksibilitas, kekuatan otot, keseimbangan, hingga kemampuan meraih dan menggenggam benda, setiap gerakan memiliki tujuan yang berbeda dalam membantu tubuh kembali bergerak.




Comments